Ekspor HEV Meroket 597%, Ekspor BEV Lesu di 2024

Serba serbi45 Views
banner 468x60

Ototrip.id – Tahun 2024 mencatat dinamika yang mencolok dalam tren ekspor kendaraan elektrifikasi buatan Indonesia. Ekspor HEV (Hybrid Electric Vehicle) melonjak tajam sebesar 597%, sedangkan BEV (Battery Electric Vehicle) justru mengalami penurunan signifikan. Kombinasi ini menciptakan narasi menarik tentang bagaimana arah industri otomotif hijau Indonesia sedang bergeser.

Lonjakan Eksponensial Ekspor HEV

Menurut data GaiKindo yang dilaporkan oleh Bisnis Indonesia, ekspor HEV Indonesia sepanjang Januari–November 2024 mencapai 16.721 unit  melonjak 597% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hampir seluruh volume ini didominasi oleh Toyota, dengan dukungan minimal dari Wuling (sekitar 1 unit).

banner 336x280

Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa pasar global ternyata lebih menyukai platform hybrid, kemungkinan karena lebih mudah diterima dalam kondisi infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas saat ini.

Kontras: Eksport BEV Justru Menurun

Pada sisi lain spektrum elektrifikasi, ekspor BEV Indonesia tampak lesu. Volume ekspor sepanjang 2024 hanya 849 unit, turun drastis 40% dari 1.404 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Model-model ekspor terbatas meliputi Hyundai Kona (1 unit) dan sejumlah model Wuling seperti Air EV, Binguo, dan Cloud (total 3 unit).

Lebih sedikit model dipasarkan, dipadu dengan tantangan infrastruktur dan harga, menjadi faktor utama penurunan ini.

Alasan di Balik Gap Antara HEV dan BEV

1. Infrastruktur Pengisian Terbatas
Kendaraan BEV masih bergantung penuh pada stasiun pengisian, yang infrastruktur dan ketersediaannya di negara tujuan ekspor Indonesia masih belum memadai. HEV, dengan kemampuan motor bakar internal, menawarkan fleksibilitas lebih dan resistensi terhadap kekurangan charging station, sehingga menjadi pilihan praktis.

2. Permintaan Pasar Lebih Besar untuk Hybrid
Toyota secara signifikan mendominasi ekspor HEV berkat model seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross, mobil yang telah terbukti populer di pasar regional dan global. Permintaan konsumen global yang “ramah lingkungan tapi tidak terlalu ekstrim” meningkatkan daya tarik HEV.

3. Strategi Industri & Insentif Pemerintah
Ekspor elektrifikasi bukan hanya dilecut oleh pasar global, tetapi juga oleh strategi nasional. Toyota Indonesia mencatat eksistensi elektrifikasi secara keseluruhan meningkat 111% sepanjang 2024 dengan total ekspor 18.553 unit elektrifikasi (HEV) dari 8.792 pada 2023. Pemerintah turut mendukung dengan insentif berupa relaksasi PPnBM maupun kebijakan stimulus kendaraan listrik.

Kesimpulan

Tahun 2024 menjadi salah satu periode refleksi penting untuk industri otomotif ramah lingkungan Indonesia. Ekspor HEV yang meroket 597% menunjukkan peluang nyata di pasar global yang membuka ruang nyata bagi Indonesia sebagai basis produksi hybrid. Sementara itu, ekspor BEV yang menurun mengingatkan bahwa masih banyak tantangan seperti infrastruktur, harga, dan kebutuhan konsumen yang harus dijawab.

Sebagai langkah lanjut, implementasi kebijakan pendukung, peningkatan infrastruktur charging, serta pengembangan model BEV yang lebih kompetitif dan terjangkau akan menjadi faktor penentu akselerasi transisi ke ekosistem otomotif hijau penuh.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *